Daun kelor (moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Daun kelor memiliki bentuk bulat telur denga ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai, bunganya berwarna putih kekuning-kuningan dan tudung pelepah bunganya berwarna hijau. Daun kelor biasanya dikenal sebagai obat tradisional untuk melancarkan ASI pada ibu menyusui dan bahkan bisa menjadi tambahan makanan bernutrisi pencegah stunting.
Di Indonesia sendiri, daun kelor memiliki mitos yang berkaitan erat dengan hal-hal mistis. Dari zaman nenek moyang, daun kelor dianggap memiliki kekuatan mistis yang berkaitan dengan makhluk halus. Mitos ini, berkembang luas di kalangan masyarakat hingga sekarang, sehingga masih banyak orang yang percaya dengan mitos tentang daun kelor ini. Berikut 3 mitos tentang daun kelor yang menyebar di Masyarakat Indonesia :
Sebagian masyarakat yang masih memegang tradisi nenek moyang, sering kali menggunakan daun kelor untuk tujuan melindungi diri dari jin dan ilmu hitam. Salah satunya untuk mengobati orang yang sudah sakit sejak lama, namun tidak diketahui sakit apa, sehingga orang tersebut dianggap terkena santet ataupun sihir. Daun kelor juga sering digantungkan di pintu rumah dengan tujuan untuk menolak bala.
Pada beberapa tradisi, daun kelor dipercaya bisa menjadi pelindung bayi baru lahir dari gangguan makhluk halus. Biasanya daun kelor akan diletakkan di samping tempat tidur bayi, agar bayi yang baru lahir terlindungi dan tidak diganggu oleh jin dan semacamnya.
Dalam kepercayaan Sebagian masyarakat Jawa, daun kelor bisa digunakan dalam ritual untuk membuka mata batin atau indra keenam.
Baca Juga: Ini Dia 5 Rekomendasi Olahraga untuk Penderita Saraf Kejepit
Namun tahukah kamu bahwa daun kelor benar-benar memiliki manfaat bagi Kesehatan, dan bahkan sudah teruji secara ilmiah? Berikut beberapa manfaat daun kelor bagi Kesehatan :
Daun kelor memiliki senyawa fitosterol yang didukung oleh kandungan flavonoid dan polifenol yang berperan sebagai laktogogum atau zat pelancar ASI. Menurut Sartika (2024), penelitian membuktikan bahwa konsumsi daun kelor (moringa oleifera) terbukti efektif memperlancar dan meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas atau menyusui.
Daun kelor memiliki senyawa antioksidan seperti quercetin yang bekerja menghambat penyerapan glukosa di usus dan melindungi sel beta pancreas dari kerusakan. Penelitian Leone Alesandro et al. (2018), pemberian serbuk daun kelor (Moringa oleifera) dalam makanan yang diberikan kepada 17 penderita diabetes Saharawi dan 10 subjek sehat, menunjukkan pengaruh pemberian serbuk daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah postprandial.
Kandungan vitamin C pada daun kelor yang cukup tinggi, membuat daun kelor mampu menyerap zat besi dengan baik dari makanan ataupun suplemen. Hal ini, bisa berdampak baik pada penderita anemia, khususnya yang disebabkan oleh kekurangan zat besi. Bila kebutuhan zat besi dalam tubuh terpenuhi, maka gejala anemia mampu dicegah.
Kandungan vitamin C dalam daun kelor, mampu meningkatkan imunitas tubuh, sehingga tubuh mampu melawan infeksi dengan baik. Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa ekstrak daun kelor mampu menghambat pertumbuhan bakteri, khususnya yang dapat menyebabkan infeksi di saluran pencernaan, kulit, dan paru-paru.
Daun kelor memiliki manfaat yang baik untuk mata, karena daun kelor mengandung vitamin A yang melimpah dan senyawa antioksidan. Untuk penanganan mata, biasanya daun kelor akan direbus, dan air rebusannya digunakan untuk mengompres ataupun mencuci mata.
Itulah beberapa mitos dan manfaat dari daun kelor. Meskipun daun kelor memiliki manfaat yang baik untuk tubuh, namun konsumsi dan pemanfaatannya harus dilakukan dengan benar dan dalam jumlah yang aman. Selain untuk Kesehatan, daun kelor juga memiliki manfaat lain sebagai bahan tambahan di beberapa masakan. Langkah paling efektif dan sederhana adalah dengan mulai membatasi porsi konsumsinya dan bijak dalam memadukan asupan karbohidrat.
Sumber : Halodoc
Referensi : Sartika, Tuti., & Idealistiana, Lia. 2024. Pengaruh Pemberian Daun Kelor terhadap Produksi ASI di TPMB T. Sartika Kelurahan Sriamur Kecamatan Tambun Utara Bekasi Tahun 2023. MANUJU : Malahayati Nursing Journal. 6(4), 1373-1384. Leone A, Bertoli S, Di Lello S, Bassoli A, Ravasenghi S, Borgonovo G. Effect of Moringa oleifera leaf powder on postprandial blood glucose response: In vivo study on Saharawi people living in refugee camps. Nutrients. 2018;10(10):1494.