Penderita Saraf Kejepit Harus Tetap Olahraga : Ini Dia 5 Rekomendasi Olahraga untuk Penderita Saraf Kejepit
Saraf kejepit, adalah kondisi ketika saraf menerima tekanan berlebih dari jaringan di sekitarnya, seperti otot, tendon, tulang, atau bantalan tulang belakang. Kondisi ini, membuat penderitanya merasakan sakit yang tak tertahankan bahkan terkadang sampai sulit untuk melakukan aktivitas harian. Saraf kejepit yang ringan, umumnya masih bisa diatasi dengan terapi rutin dan konsumsi obat yang bisa langsung membantu penyembuhan dari dalam. Sedangkan yang sudah cukup parah, terkadang sampai memerlukan tindakan operasi.
-
Gejala Saraf Kejepit
Gejala saraf kejepit pada setiap orang bisa berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh seberapa parah saraf kejepit yang dialami oleh setiap orang. Namun, berikut adalah gejala umum yang sering dirasakan oleh penderita saraf kejepit :
- - Nyeri menjalar, misalnya dari pinggang ke bokong bahkan kaki
- - Kesemutan atau rasa seperti di tusuk-tusuk
- - Mati rasa/kebas di area tertentu
- - Sensasi terbakar atau seperti tersengat listrik
- - Kelemahan otot
- - Nyeri yang memburuk saat bergerak, batuk, atau bersin
- - Rentang gerak terbatas karena nyeri atau kaku
Karena hal ini, banyak penderita saraf kejepit yang takut berolahraga, karena mereka berpikir jika berolahraga nantinya nyeri yang mereka rasakan akan semakin buruk. Padahal penderita saraf kejepit dianjurkan untuk berolahraga agar otot tidak menjadi kaku.
-
Rekomendasi Olahraga bagi Penderita Saraf Kejepit
Meskipun penderita saraf kejepit dianjurkan untuk berolahraga, namun perlu diperhatikan juga jenis olahraganya. Karena tidak semua olahraga itu baik bagi penderita saraf kejepit, apalagi jika olahraga tersebut tergolong olahraga berat. Berikut, 5 rekomendasi olahraga yang aman bagi penderita saraf kejepit :
- 1. Jalan Santai
Jalan kaki selama 10-15 menit, dapat membantu tubuh tetap aktif sehingga otot dan sendi tidak menjadi kaku. Gunakan Langkah yang nyaman, dan tingkatkan secara bertahap. Dengan berjalan kaki juga bisa membantu meningkatkan aliran darah ke berbagai jaringan tubuh, sehingga bisa membantu mengurangi peradangan pada saraf
- 2. Pilates
Pilates merupakan olahraga yang dimaksudkan sebagai latihan untuk meningkatkan kekuatan dan control tubuh. Pilates berfokus pada otot perut, punggung bawah, pinggang, dan panggul, sehingga bisa menjadi pilihan olahraga untuk penderita saraf kejepit. Namun, jenis dan gerakan harus disesuaikan dengan kondisi saraf kejepit yang dialami.
- 3. Berenang
Berenang bisa menjadi pilihan low-impact bagi penderita saraf kejepit. Hal ini dikarenakan air bisa menopang berat tubuh sehingga gerakan terasa lebih ringan. Dengan berenang juga bisa mengurangi rasa kaku dan menjaga rentang gerak. Jika berenang dilakukan secara rutin, dapat mengontrol berat badan, yang pada akhirnya dapat mengurangi beban pada tulang belakang. Namun perlu diingat, pilih gaya berenang yang aman sehingga tidak memperburuk keluhan, mulai dari intensitas ringan terlebih dahulu.
- 4. Bersepeda
Bersepeda yang dilakukan dengan santai dan di permukaan datar, juga bisa menjadi pilihan olahraga aman bagi penderita saraf kejepit. Gerakan mengayuh membantu mempertahankan kekuatan otot tanpa benturan. Selain itu, bersepeda dengan intensitas ringan dapat menjadi Latihan kardio yang aman untuk sendi. Namun perlu perhatikan postur pada saat bersepeda, karena jika postur membungkuk, bisa memperburuk keluhan pada Sebagian orang dengan masalah saraf di pinggang.
- 5. Yoga
Yoga bisa menjadi pilihan olahraga yang aman bagi penderita saraf kejepit, terutama untuk membantu menjaga fleksibilitas dan kekuatan. Beberapa gerakan pada yoga juga bisa membantu melatih core yang berperan dalam membantu stabilitas tulang belakang. Beberapa pose yoga yang efektif untuk membantu meringankan keluhan nyeri pada kasus saraf kejepit adalah child pose, cobra pose, dan bridge pose.
-
Tips Aman Berolahraga pada Penderita Saraf Kejepit
Meskipun penderita saraf kejepit baiknya tetap berolahraga, namun harus selalu memastikan beberapa hal berikut :
- 1. Mulai dengan intensitas ringan.
Jangan langsung berolahraga berat, mulai dari jalan santai, stretching, atau olahraga ringan sesuai kemampuan
- 2. Lakukan pemanasan terlebih dahulu
Pemanasan membantu mempersiapkan otot dan sendi sebelum beraktivitas
- 3. Perhatikan respon tubuh
Jika mulai merasa kebas, kesemutan, dan nyeri yang bertambah hebat, maka baiknya dihentikan.
- 4. Hindari gerakan yang memberikan tekanan berlebihan
- 5. Jaga postur saat berolahraga
Teknik dan posisi yang benar penting agar tidak memberikan tekanan tambahan pada tulang belakang
- 6. Tingkatkan intensitas secara bertahap
Tambahkan durasi atau beban sedikit-demi sedikit agar tubuh tidak kaget dan tidak tambah memberikan tekanan di sendi
-
Selain berolahraga, penderita saraf kejepit juga baiknya menjaga aktivitas dan berat badan tetap ideal agar saraf kejepit tidak semakin parah.
Berbagai jenis olahraga yang disebutkan diatas, umumnya baik untuk dilakukan oleh penderita saraf kejepit. Namun jangan lupa untuk tetap menjaga postur tubuh, mulai dengan intensitas yang ringan, dan jangan melakukan aktivitas yang berat.
-
Baca Juga: Hobi Makan Gorengan dan Makanan Pedas: Sepele Sih, Tapi Bisa Bikin Gula Darah Tinggi, Kok Bisa?
Sumber : Halodoc