Company News

Want to receive news?

Follow us on social media Facebook, Instagram @dbmedia.indonesia.

Subcribe
IMG

Posisi Duduk dan Tidur yang Benar Untuk Mencegah Saraf Kejepit di Usia Muda

Sep 26, 2026

Di era saat ini, “saraf kejepit” tidak lagi identic dengan penyakit lanjut usia. Saat ini, makin banyak anak muda yang mengeluhkan rasa nyeri tajam di pinggang, leher yang kaku, hingga rasa kesemutan yang menjalar sampai ke kaki. Fenomena ini bukan tanpa alasan. Gaya hidup modern (sedentary lifestyle) yang menuntut seseorang duduk berjam-jam di depan computer atau menunduk menatap layar smartphone menjadi pemicu utamanya.
Saraf kejepit dalam Bahasa medis dikenal sebagai Herniated Nucleus Pulposus (HNP), hal ini terjadi ketika bantalan antar tulang belakang mengalami pergeseran atau kerusakan, sehingga menekan saraf di sekitarnya. Salah satu penyebab terbesar dari kondisi ini adalah tekanan mekanis secara terus menerus akibat postur tubuh yang buruk. Oleh karena itu, menerapkan posisi duduk dan tidur yang benar sejak usia muda adalah Langkah preventif paling efektif untuk menjaga Kesehatan tulang belakang jangka panjang.

  • Kenapa Usia Muda Bisa Terkena Saraf Kejepit?

    Banyak kalangan muda menganggap remeh rasa pegal di punggung dan leher, menganggapnya hanya sebagai kelelahan biasa yang bisa hilang setelah diurut atau diistirahatkan. Padahal, kebiasaan seperti duduk membungkuk (slouching), menyilangkan kaki saat duduk, hingga tidur melengkung seperti udang secara perlahan memberikan beban berlebih pada struktur tulang belakang.
    Ketika postur tubuh salah dipertahankan selama bertahun-tahun, bantalan tulang belakang akan mengalami kehausan dini dan penekanan yang tidak seimbang. Akibatnya, pada usia yang relatif muda, risiko terjadinya erosi dan saraf kejepit menjadi lebih tinggi.

  • Posisi Duduk yang Benar Ergonomis

    Bagi anak muda yang menghabiskan banyak waktunya dengan duduk, seperti duduk di kelas ataupun duduk di depan computer lebih dari 6-8 jam sehari, berikut adalah panduan posisi duduk yang benar untuk menjaga kurva alami tulang belakang :

    • 1. Jaga punggung tetap tegak dan menempel pada sandaran. Jangan duduk di ujung kursi atau membungkuk ke arah meja. Pastikan punggung bagian bawah (lumbar) mendapat penopang yang baik. Jika kursi kerja tidak memiliki kurva pendukung, maka bisa ditambahkan bantal kecil di belakang pinggang.
    • 2. Atur posisi kaki menapak rata di lantai. Kedua telapak kaki harus menapak sepenuhnya di lantai dengan lutut membentuk sudut 90 derajat. Hindari kebiasaan menyilangkan kaki atau melipat kaki ke atas kursi, karena posisi ini memuntir pinggul dan memberikan beban tidak merata pada tulang belakang bagian bawah.
    • 3. Sejajarkan layar monitor dengan pandangan mata. Pastikan bagian atas layar computer sejajar dengan arah mata memandang. Hal ini mencegah leher terus-menerus menunduk atau mendongak, yang dapat memicu saraf kejepit di area tulang leher.
    • 4. Siku dan bahu dalam kondisi rileks. Posisikan lengan membentuk sudut 90-100 derajat saat mengetik. Pastikan bahu dalam keadaan santai, tidak terangkat ke atas, dan dekat dengan badan.
    • 5. Lakukan Teknik 30-30. Setiap 30 menit duduk, berdirilah dan lakukan peregangan ringan selama 30 detik untuk melenturkan otot dan melancarkan aliran darah.
    Baca Juga: Nasi Putih atau Nasi Merah ? Mana yang benar
  • Posisi Tidur yang Tepat untuk Menjaga Tulang Belakang

    Tidur merupakan waktu yang sangat dinanti oleh sebagian orang, sebab dengan tidur kita bisa mengistirahatkan fisik dan pikiran kita, bahkan dengan tidur, tulang belakang melakukan pemulihan setelah beraktivitas seharian. Namun, posisi tidur yang salah justru bisa memperburuk tekanan pada saraf. Berikut adalah posisi tidur yang disarankan untuk menjaga agar saraf tidak tertekan :

    • 1. Gunakan alas tidur yang datar, jangan terlalu empuk dan jangan terlalu keras.
    • 2. Tidak menggunakan bantal terlalu tinggi.
    • 3. Buat sanggahan tubuh, bisa menggunakan bantal tipis atau handuk yang digulung kecil.
    • 4. Posisi telentang merupakan posisi ideal karena membagi berat badan secara merata di seluruh permukaan tubuh. Untuk menjaga kurva alami pinggang, letakkan bantal kecil di bawah lutut. Hal ini membantu mengurangi ketegangan pada tulang belakang bagian bawah.
    • 5. Posisi miring/menyamping dengan memeluk bantal dan menempatkan bantal di antara kedua lutut. Bantal di antara lutut berfungsi mencegah tungkai atas menarik pinggul ke depan, yang bisa menyebabkan puntiran pada tulang punggung.
    • 6. Hindari tidur tengkurap, karena posisi ini paling tidak direkomendasikan untuk Kesehatan saraf. Posisi ini memaksa leher berputar ekstrem ke satu sisi selama berjam-jam dan mendatarkan kurva alami tulang belakang, sehingga beresiko tinggi memicu penekanan saraf leher dan punggung.

  • Investasi Kesehatan tulang belakang harus dimulai sejak usia muda. Dengan membiasakan posisi duduk yang ergonomis dan tidur dengan penopang yang tepat, ini tidak hanya terhindar dari ancaman saraf kejepit di masa muda, tetapi juga menjamin kualitas hidup yang sehat dan aktif hingga usia tua.

  • Referensi : Alodokter
Comments
Leave A Comment