Nasi merupakan karbohidrat utama bagi sebagaian masyarakat Indonesia. Nasi sendiri memiliki beberapa jenis, yaitu ada nasi putih, nasi merah, nasi hitam, nasi cokelat, dan nasi shirataki. Namun nasi putih merupakan nasi yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena lebih mudah untuk dijumpai dan harganya relatif lebih murah.
Sebagai sumber karbohidrat, nasi juga terkadang dihindari bagi para penderita diabetes, karena karbohidrat dalam nasi akan diubah menjadi glukosa di dalam tubuh, sehingga banyak orang yang menganggap makan nasi memiliki efek yang sama seperti makan gula. Kecepatan kenaikan gula setelah makan nasi, dipengaruhi oleh jenis nasi, jumlah porsi, serta makanan pendampingnya. Banyak orang yang menganggap nasi merah lebih aman dikonsumsi penderita diabetes dibanding nasi putih, namun apakah betul?
| Aspek | Nasi Putih | Nasi Merah |
|---|---|---|
| Serat | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Tekstur | Lebih lembut | Lebih berserat/kenyal |
| Dampak Glukosa | Cenderung lebih cepat dicerna | Cenderung lebih lambat |
| Rasa Kenyang | Relatif lebih singkat | Cenderung lebih mengenyangkan |
Setelah kita memakan nasi, maka karbohidrat dalam nasi akan dicerna oleh tubuh dan menjadi glukosa. Kemudian glukosa akan masuk ke dalam darah, sehingga gula darah akan meningkat. Disinilah peran insulin, insulin akan bekerja membantu glukosa masuk ke dalam sel dan mengubahnya menjadi energi, sehingga glukosa tidak menumpuk di dalam darah. Namun respon setiap orang terhadap hal ini akan berbeda, hal ini bisa disebabkan karena metabolism tubuh yang berbeda, kondisi kesehatan, dan cara pengolahan makanan pada setiap individu.
Meski sama-sama nasi, namun nasi putih dan nasi merah memiliki kandungan yang berbeda. Pada 200gr nasi putih terkandung 53 gram karbohidrat dan 0,6 gram serat. Sedangkan nasi merah cenderung memiliki kandungan karbohidrat yang lebih rendah dan kandungan serat yang lebih tinggi. Dalam 200gram nasi merah mengandung 45-50 gram karbohidrat dan 3-3,5 gram serat. Selain itu, indeks glikemik pada nasi putih dan nasi merah juga berbeda. Nasi putih memiliki indeks glikemik sebesar 73, sedangkan nasi merah memiliki indeks glikemik yang lebih rendah yaitu 68. Indeks glikemik sendiri merupakan skala untuk mengukur seberapa cepat makanan yang berkarbohidrat mampu meningkatkan gula darah. Semakin rendah indeks glikemik yang dimiliki oleh makanan, maka semakin baik untuk dikonsumsi terutama bagi penderita diabetes.
Dari paparan diatas, apakah menunjukkan bahwa nasi merah lebih baik dibanding nasi putih? Sebenarnya tidak ada larangan bagi penderita diabetes untuk mengonsumsi nasi putih, hanya saja porsinya sebaiknya dibatasi. Sesuai rekomendasi PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), penderita diabetes disarankan mengonsumsi karbohirat sebanyak 45-65% dari total asupan energi per harinya. Selain itu, bagi penderita diabetes memang lebih baik mengonsumsi karbohidrat kompleks dibanding karbohidrat sederhana. Berdasarkan hal tersebut, nasi merah memang lebih baik dikonsumsi bagi penderita diabetes karena nasi merah cenderung memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dan termasuk dalam karbohidrat kompleks, namun bukan berarti nasi putih harus sepenuhnya dihindari. Makan nasi putih tetap diperbolehkan yang penting perhatikan porsi makan, cara pengolahan, dan lauk pendampingnya, agar gula darah tetap bisa stabil.
Referensi : www.klikdokter.com , www.naturalfarm.id