Company News

Want to receive news?

Follow us on social media Facebook, Instagram @dbmedia.indonesia.

Subcribe
IMG

Hobi Makan Gorengan dan Makanan Pedas: Sepele Sih, Tapi Bisa Bikin Gula Darah Tinggi, Kok Bisa?

April 15, 2025

Siapa sih yang bisa menolak kenikmatan gorengan yang renyah dan makanan pedas yang menggugah selera? Selain murah dan mudah ditemukan, kombinasi rasa ini memang sangat bikin nagih. Namun, di balik kelezatannya, ada bahaya tersembunyi yang mengintai kesehatan kita. Banyak dari kita tidak menyadari bahwa kebiasaan mengonsumsi gorengan dan makanan pedas secara berlebihan bisa berdampak besar pada sistem metabolisme tubuh. Kebiasaan ini ternyata bukan cuma bikin tenggorokan tidak nyaman, tapi juga bisa diam-diam meningkatkan kadar gula darah hingga memicu risiko diabetes tanpa pernah kita sadari.

  • Apa Itu Gula Darah Tinggi dan Diabetes?

    Kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) terjadi ketika tubuh tidak mampu mengolah glukosa atau gula di dalam darah menjadi energi secara efektif. Kondisi ini erat kaitannya dengan gangguan pada fungsi hormon insulin. Jika dibiarkan terus-menerus tanpa adanya perubahan gaya hidup, penumpukan gula dalam aliran darah ini akan merusak pembuluh darah serta organ tubuh, hingga akhirnya berkembang menjadi penyakit kronis yang berbahaya, yaitu diabetes tipe 2.

  • Bagaimana Gorengan dan Makanan Pedas Memicu Gula Darah Tinggi?

    Pola makan yang salah secara terus-menerus akan memberikan beban berat pada organ pankreas dan mengacaukan kinerja metabolisme tubuh. Mekanisme bagaimana gorengan dan makanan pedas dapat menaikkan kadar gula darah antara lain:

    • Minyak Gorengan Memicu Resistensi Insulin:
    Gorengan biasanya dimasak dengan minyak yang digunakan secara berulang kali. Minyak jenis ini kaya akan lemak trans berbahaya yang dapat menyebabkan resistensi insulin. Ini adalah kondisi di mana sel-sel tubuh menolak atau tidak merespons insulin dengan baik, sehingga glukosa tidak bisa diserap sel dan akhirnya menumpuk di dalam darah.

    • Efek Peradangan dan Karbohidrat Tinggi:
    Makanan yang terlalu pedas dengan cabai berlebih dapat memicu peradangan pada sistem pencernaan. Bahayanya, makanan pedas jarang dikonsumsi sendirian; melainkan sering ditemani karbohidrat tinggi seperti nasi putih, mi, atau tepung pada gorengan. Peradangan pada pencernaan dikombinasikan dengan asupan karbohidrat tinggi ini dapat mempercepat proses penyerapan glukosa ke dalam darah, sehingga memicu lonjakan gula darah secara drastis.

  • Gejala Awal Gula Darah Tinggi yang Sering Terabaikan

    Banyak orang mengabaikan tanda-tanda awal hiperglikemia karena gejalanya muncul secara perlahan. Jika Anda memiliki hobi mengonsumsi gorengan dan pedas setiap hari, waspadai gejala berikut: 1. Kesemutan
    Rasa kebas atau kesemutan di area tangan dan kaki akibat mulai terganggunya jaringan saraf
    2. Sering Haus dan Buang Air Kecil
    Terutama di malam hari karena tubuh berusaha keras membuang kelebihan gula melalui urine
    3. Mudah Lelah
    ubuh terasa lemas karena sel-sel kekurangan energi akibat glukosa yang tidak bisa masuk ke dalam sel.
    4. Luka yang Lama Sembuh:
    Tingginya kadar gula darah menghambat proses regenerasi sel dan penyembuhan jaringan. 5. Gangguan Penglihatan
    Pandangan mata mulai kabur akibat rusaknya pembuluh darah kecil di sekitar mata.

  • Kesimpulan

    Menikmati gorengan dan makanan pedas memang menyenangkan, tetapi jika dijadikan kebiasaan sehari-hari, hal ini dapat diam-diam merusak sistem metabolisme tubuh. Jangan menunggu sampai munculnya gejala kronis atau vonis diabetes tipe 2 untuk mulai peduli pada kesehatan. Langkah paling efektif dan sederhana adalah dengan mulai membatasi porsi konsumsinya, bijak dalam memadukan asupan karbohidrat, serta berkomitmen menjalankan pola hidup yang lebih sehat demi menjaga kestabilan gula darah jangka panjang

Sumber : www.alodokter.com , www.halodoc.com, www.siloamhospitals.com

Comments
Leave A Comment