Gula darah merupakan kata-kata yang sering kita dengar, apalagi jika berkaitan dengan penderita Diabetes. Namun, mungki kita sering bertanya-tanya tentang gula darah itu sebenarnya apa? Dan kenapa sering dikaitkan dengan penderita diabetes? Nah disini, kita akan bahas mengenai apa itu gula darah dan hal-hal yang berkaitan dengannya.
Seperti namanya, gula darah sendiri merupakan gula atau glukosa yang dalam darah, ini bisa berasal dari makanan atau minuman yang kita konsumsi sebagai sumber energi bagi tubuh kita. Gula di dalam tubuh manusia akan diserap oleh usus halus dan terdistribusi ke dalam semua sel tubuh melalui aliran darah. Gula disimpan dalam bentuk glikogen di hati dan otot serta disimpan dalam plasma darah sebagai gula darah.
Kadar gula dalam darah diatur oleh insulin dan glucagon yang dihasilkan oleh pankreas. Namun, kadar gula darah yang terlalu tinggi dan terlalu rendah dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk diabetes dan hipoglikemia (Rahman et al., 2021). Maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk mengenali ciri-ciri naik dan turunya gula darah, serta menjaga agar gula darah tetap stabil.
Kadar gula darah yang melonjak naik, biasanya disebabkan karena terlalu banyak glukosa dalam darah dan tubuh tidak cukup menghasilkan insulin. Jika hal ini didiamkan tanpa ditangani dengan cepat, maka organ tubuh yang lain seperti mata, saraf, ginjal, dan pembuluh darah bisa mengalami kerusakan. Gula darah dikatakan tinggi ketika kadarnya mencapai 125 mg/dL pada saat puasa atau lebih dari 180 mg/dL ketika dicek 2 jam setelah makan. Berikut beberapa ciri-ciri gula darah tinggi :
1. Sering Haus
Meskipun sudah minum banyak, namun bagi seseorang yang kadar gula darahnya tinggi, akan cenderung terus merasa haus dan minum lebih banyak air. Glukosa yang berlebihan akan dibuang melalui urine, sehingga tubuh akan kehilangan banyak cairan, dan membuat tubuh lebih mudah haus.
2. Sering Buang Air Kecil
Hal ini berkaitan dengan point pertama. Dimana ketika tubuh merasa sering haus maka akan semakin sering juga untuk konsumsi air lebih banyak. Semakin banyak cairan yang masuk ke tubuh, maka akan semakin banyak juga cairan yang dikeluarkan melalui urine, hal ini lah yang menyebabkan penderita gula darah tinggi mengalami gejala sering buang air kecil.
3. Mudah Lelah
Ketika gula darah melonjak tinggi, sel-sel dalam tubuh gagal menyerap dan memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi akibat kekurangan atau resistensi insulin. Hal inilah yang membuat tubuh menjadi mudah lelah dan sering mengantuk.
4. Sering Lapar
Kekurangan insulin akan membuat tubuh sulit menggunakan glukosa sebagai bahan bakar energi yang akan membuat tubuh kekurangan energi sehingga rasa lapar akan lebih mudah muncul. Namun, makan dalam jumlah banyak justru akan membuat kadar gula darah semakin naik.
5. Penurunan Berat Badan
Penurunan berat badan yang terjadi disini, bukan disebabkan karena diet. Namun karena tubuh tidak mampu mengubah glukosa menjadi energi sehingga sebagai gantinya, tubuh akan membakar lemak untuk menjadikannya sebagai energi. Hal ini lah yang membuat berat badan mengalami penurunan meskipun tidak diet atau bahkan sudah makan banyak.
6. Penglihatan Kabur
Kadar gula darah yang berlebihan, akan menyebabkan pembengkakan pada lensa mata serta kerusakan pada pembuluh darah di retina, sehingga banyak penderita diabetes yang biasanya juga mengalami masalah pada penglihatannya.
7. Luka Sulit Sembuh
Tingginya kadar gula darah akan menyebabkan kerusakan pada saraf dan aliran darah, sehingga sirkulasi darah terganggu. Sedangkan luka membutuhkan aliran darah yang lancar untuk sampai ke area luka tersebut.
Gula darah melonjak naik memang berbahaya, namun gula darah yang turun drastis juga berbahaya. Gula darah dikatakan rendah bila kadarnya dibawah 70 mg/dL, namun bisa berbeda tergantung pada individunya. Meski begitu, ada beberapa ciri-ciri gula darah rendah yang umum dialami oleh penderitannya, yaitu :
1. Mudah Lapar
Ketika tubuh tidak mendapatkan insulin yang cukup, seseorang bisa merasa sangat lapar. Hal ini karena gula darah tidak terkontrol dan tidak mampu menghasilkan energi
2. Gemetar
Otak dan saraf memerlukan gula sebagai sumber energi utamannya. Ketika tubuh kekurangan gula darah, maka tubuh akan memberikan respon gemetar dan tremor.
3. Berkeringat
Gula darah rendah mengakibatkan lonjakan hormone adrenalin dan meningkatkan produksi keringat tubuh.
4. Sulit Konsentrasi
Otak bergantung pada gula darah untuk menghasilkan energi. Sehingga jika gula darah menurun, maka fungsi otak tidak akan berjalan dengan baik, sehingga konsentrasi pun berkurang.
5. Bicara Tidak Jelas
Ketika gula darah turun hingga di bawah 70 mg/dL, bisa membuat seseorang berbicara tidak jelas atau melantur seperti habis mengonsumsi minuman beralkohol.
Mengetahui kadar gula darah normal serta batas gula darah sangatlah penting, sehingga jika terjadi peningkatan atau penurunan bisa segera dilakukan tindakan yang tepat. Kadar glukosa darah yang normal dapat kamu ukur saat berpuasa, makan, atau setelah makan. Namun, kadar gula darah normal juga bergantung pada usia. Berikut kadar gula darah normal menurut usia :
| Rentang Usia | Keterangan | per mg/dL |
|---|---|---|
| Anak di bawah 10 tahun : | Anak di bawah 10 tahun harus memiliki kadar glukosa darah di kisaran 70-140 mg/dL. Untuk lebih jelasnya, berikut rentang gula darah untuk anak usia 6 tahun kebawah : | Gula darah puasa : 70 – 100 mg/dL, 2 jam setelah makan : < 140 mg/dL |
| Anak usia 10-18 tahun | Di rentang usia ini, kadar gula darah normal harus kisaran 70-140 mg/dL. Berikut rentang normal gula darah pada anak usia 6-12 tahun : | Gula darah puasa : 70 – 100 mg/dL, 2 jam setelah makan : < 140 mg/dL |
| Usia >18 tahun | Kadar gula darah normal menurut usi diatas 18 tahun adalah 70 – 140 mg/dL, berikut rincian gula darah normal untuk usia < 18 tahun : | Gula darah puasa : 70 – 100 mg/dL, 2 jam setelah makan : < 140 mg/dL |
| Lansia >65 tahun | Orang yang berusia di atas 50 tahun memiliki kadar gula darah normal yang berbeda dengan usia lain. Berikut adalah level yang direkomendasikan : | Gula darah puasa : 70 – 100 mg/dL 2 jam setelah makan : < 180 mg/dL |
Nah ternyata mengetahui gula darah yang dimiliki sangatlah penting. Selain untuk memastikan kesehatan, juga bisa mencegah bahaya yang mengancam. Dengan mengetahui kadar gula darah, kita bisa lebih aware terhadap diri sendiri dan melakukan penanganan dengan cepat dan tepat.
Jika kadar gula darah melebihi batas normal dan muncul gejala tertentu, maka segera cari bantuan atau konsultasikan ke tenaga kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan dan pemantauan rutin sangat penting untuk menjaga kesehatan.