Company News

Want to receive news?

Follow us on social media Facebook, Instagram @dbmedia.indonesia.

Subcribe
IMG

Kenali Perbedaannya : Maag Biasa, GERD, & Tukak Lambung

Sep 28, 2026

Bagi beberapa orang, bahkan hampir setengah dari penduduk Indonesia, pernah mengalami rasa tidak nyaman diarea perut bagian atas, seperti terasa mual, perut terasa penuh, kembung, hingga perih yang menusuk. Dalam kehidupan sehari-hari, rata-rata masyarakat Indonesia ketika mengalami permasalahan atau rasa tidak nyaman pada gangguan pencernaan seringkali digeneralisasikan dengan sebutan “Sakit Maag”.
Padahal dalam dunia medis, istilah maag (grastritis atau dyspepsia) merupakan satu dari beberapa gangguan lambung yang beragam. Dua kondisi lain yang sering kali disalah artikan sebagai maag adalah kondisi GERD dan Tukak Lambung.
Meski ketiganya sama-sama melibatkan organ lambung dan asam lambung, namun fenomena yang terjadi, lokasi terjadinya, dan potensi yang akan ditimbulkan sangatlah berbeda. Jika salah mengartikan kondisi yang sedang dialami maka bisa menimbulkan kesalahan penanganan yang justru bisa memperburuk keadaan. Agar tidak salah lagi dalam membedakan gejala antara Maag, GERD, dan Tukak Lambung, mari simak penjelasan perbedaan dari ketiganya secara mendalam.

  • Kenapa Usia Muda Bisa Terkena Saraf Kejepit?

    Banyak kalangan muda menganggap remeh rasa pegal di punggung dan leher, menganggapnya hanya sebagai kelelahan biasa yang bisa hilang setelah diurut atau diistirahatkan. Padahal, kebiasaan seperti duduk membungkuk (slouching), menyilangkan kaki saat duduk, hingga tidur melengkung seperti udang secara perlahan memberikan beban berlebih pada struktur tulang belakang.
    Ketika postur tubuh salah dipertahankan selama bertahun-tahun, bantalan tulang belakang akan mengalami kehausan dini dan penekanan yang tidak seimbang. Akibatnya, pada usia yang relatif muda, risiko terjadinya erosi dan saraf kejepit menjadi lebih tinggi.

  • 1. Maag (grastritis atau dyspepsia)

    • Apa itu maag?
    Secara Bahasa maag sendiri berasal dari Bahasa Belanda yang memiliki arti “lambung”. Sedangkan secara medis, maag merupakan kondisi dimana dinding dalam lambung mengalami peradangan (grastritis).
    • Gejala khas Maag

    • a. Rasa nyeri, perih, atau bahkan terbakar di area perut bagian atas
    • b. Perut terasa cepat kenyang atau begah setelah makan
    • c. Mual, kadang disertai muntah
    • d. Sering bersendawa dan perut terasa kembung
    Pemicu utamanya bisa karena pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan yang terlalu pedas dan terlalu asam, stress emosional, kebiasaan merokok, serta konsumsi alkohol ataupun kopi berlebih.

    Baca Juga: Nasi Putih atau Nasi Merah ? Mana yang benar
  • 2. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

    • Apa aitu GERD?
    GERD merupakan kondisi kronis ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan secara berulang. Otot bagian bawah kerongkongan atau lower esophageal spinchter (LES) normalnya akan terbuka saat menelan, kemudian menutup setelah makanan turun ke lambung. Namun, pada kondisi ini, otot dapat melemah, bisa diakibatkan salah satunya karena penyakit atau karena pola hidup yang kurang sehat. Otot LES yang tidak bisa menutup sepenuhnya dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan, dan hal inilah yang menimbulkan GERD.
    • Penyebab GERD
    Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab GERD, diantarannya :

    • a. Obesitas
    • b. Kehamilan
    • c. Usia lanjut
    • d. Gangguan jaringan ikat, seperti skleroderma atau lupus
    • e. Pernah menjalani operasi di area dada atau perut bagian atas sehingga melukai kerongkongan
    • f. Kebiasaan sering berbaring atau tidur setelah makan
    • g. Penyakit bawaan lahir, seperti hernia hiatus dan atresia esofagus
    Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat memperparah gejala GERD, contohnya kebiasaan merokok, diet ekstrim, mengonsumsi makanan yang asam dan pedas, serta sering mengonsumsi minuman berkafein, beralkohol, atau bersoda.
    • Gejala GERD
    Ketika asam lambung naik, GERD bisa muncul dengan gejala :
    • a. Heartburn (rasa terbakar di dada). Sensasi ini biasanya muncul setelah makan dan bisa bertahan selama beberapa jam.
    • b. Regurgitasi asam. Sensasi ini merupakan sensasi dimana isi perut naik kembali ke kerongkongan hingga mulut, biasanya melibatkan kontraksi perut yang kuat, dimana hal ini lah yang sering menimbulkan rasa pahit atau asam di mulut.
    • c. Kesulitan menelan (disfagia). Kondisi ini merupakan kondisi dimana pada penderitanya mengalami kesulitan menelan atau perasaan seolah-olah makanan tersangkut di dada.
    • d. Batuk kronis dan serak. Asam yang naik ke kerongkongan dapat lanjut ke laring dan trakea, menyebabkan iritasi dan bisa mengakibatkan batuk kronis, serak, atau perubahan suara.
    • e. Nyeri dada. Nyeri dada yang berkaitan dengan GERD biasanya terasa seperti tekanan atau rasa terbakar yang intens di bawah tulang dada yang dapat menyebar ke seluruh dada.
    • f. Masalah pernapasan. Asam lambung yang naik ke saluran napas bisa menyebabkan iritasi dan spesifik gejala seperti sesak napas, wheezing, dan bronkospasme.
    • g. Erosi enamel gigi. Asam lambung yang naik bisa merusak gigi, terutama enamel gigi yang adalah lapisan luar yang melindungi gigi.
  • 3. Tukak Lambung

    • Apa itu Tukak Lambung?
    Tukak lambung merupakan kondisi yang cenderung lebih serius jika dibandingkan dengan maag biasa. Tukak lambung biasanya memunculkan luka terbuka (borok) pada dinding dalam lambung (ulkus gaster) atau pada bagian atas usus halus.
    Luka ini terjadi ketika lapisan mukosa pelindung lambung terkikis habis, sehingga asam lambung yang sangat pekat langsung membakar dan merusak jaringan dinding organ itu sendiri.
    • Gejala khas Tukak Lambung

    • a. Rasa nyeri tajam dan perih di ulu hati yang rasanya seperti menusuk atau menyayat.
    • b. Rasa nyeri biasanya memburuk saat perut kosong dan mereda sejenak setelah diisi makanan atau meminum obat.
    • c. Pada kasus yang parah, dapat terjadi pendarahan saluran cerna dengan gejala kotoran/BAB berwarna hitam pekat seperti aspal atau muntah berwarna gelap seperti ampas kopi.
    • Pemicu Utama
    • a. Infeksi bakteri Helicobacter pylori yang merusak lapisan pelindung lambung.
    • b. Penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) secara jangka Panjang atau tanpa pengawasan dokter, seperti ibuprofen, naproxen, atau aspirin.

    Mengabaikan gangguan lambung yang berlangsung lama dapat memicu komplikasi serius, seperti penyempitan kerongkongan pada GERD atau pendarahan dalam hingga kebocoran dinding lambung pada kasus tukak lambung.
    Memahami perbedaan antara maag biasa, GERD, dan tukak lambung adalah Langkah awal yang sangat penting untuk mengambil tindakan yang tepat. Selalu jaga pola makan teratur, Kelola stress dengan baik, dan jauhi kebiasaan buruk demi menjaga Kesehatan saluran pencernaan.

  • Referensi : Hello Sehat
Comments
Leave A Comment