Bagi beberapa orang, bahkan hampir setengah dari penduduk Indonesia, pernah mengalami rasa tidak nyaman diarea perut bagian atas, seperti terasa mual, perut terasa penuh, kembung, hingga perih yang menusuk. Dalam kehidupan sehari-hari, rata-rata masyarakat Indonesia ketika mengalami
permasalahan atau rasa tidak nyaman pada gangguan pencernaan seringkali digeneralisasikan dengan sebutan “Sakit Maag”.
Padahal dalam dunia medis, istilah maag (grastritis atau dyspepsia) merupakan satu dari beberapa gangguan lambung yang beragam. Dua kondisi lain yang sering kali disalah artikan sebagai maag adalah kondisi GERD dan Tukak Lambung.
Meski ketiganya sama-sama melibatkan organ lambung dan asam lambung, namun fenomena yang terjadi, lokasi terjadinya, dan potensi yang akan ditimbulkan sangatlah berbeda. Jika salah mengartikan kondisi yang sedang dialami maka bisa menimbulkan kesalahan penanganan yang justru bisa memperburuk keadaan.
Agar tidak salah lagi dalam membedakan gejala antara Maag, GERD, dan Tukak Lambung, mari simak penjelasan perbedaan dari ketiganya secara mendalam.
Banyak kalangan muda menganggap remeh rasa pegal di punggung dan leher, menganggapnya hanya sebagai kelelahan biasa yang bisa hilang setelah diurut atau diistirahatkan. Padahal, kebiasaan seperti duduk membungkuk (slouching), menyilangkan kaki saat duduk, hingga tidur melengkung seperti udang secara perlahan memberikan beban berlebih pada struktur tulang belakang.
Ketika postur tubuh salah dipertahankan selama bertahun-tahun, bantalan tulang belakang akan mengalami kehausan dini dan penekanan yang tidak seimbang. Akibatnya, pada usia yang relatif muda, risiko terjadinya erosi dan saraf kejepit menjadi lebih tinggi.
• Apa itu maag?
Secara Bahasa maag sendiri berasal dari Bahasa Belanda yang memiliki arti “lambung”. Sedangkan secara medis, maag merupakan kondisi dimana dinding dalam lambung mengalami peradangan (grastritis).
• Gejala khas Maag
• Apa aitu GERD?
GERD merupakan kondisi kronis ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan secara berulang. Otot bagian bawah kerongkongan atau lower esophageal spinchter (LES) normalnya akan terbuka saat menelan, kemudian menutup setelah makanan turun ke lambung. Namun, pada kondisi ini, otot dapat melemah, bisa diakibatkan salah satunya karena penyakit atau karena pola hidup yang kurang sehat. Otot LES yang tidak bisa menutup sepenuhnya dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan, dan hal inilah yang menimbulkan GERD.
• Penyebab GERD
Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab GERD, diantarannya :
• Apa itu Tukak Lambung?
Tukak lambung merupakan kondisi yang cenderung lebih serius jika dibandingkan dengan maag biasa. Tukak lambung biasanya memunculkan luka terbuka (borok) pada dinding dalam lambung (ulkus gaster) atau pada bagian atas usus halus.
Luka ini terjadi ketika lapisan mukosa pelindung lambung terkikis habis, sehingga asam lambung yang sangat pekat langsung membakar dan merusak jaringan dinding organ itu sendiri.
• Gejala khas Tukak Lambung
Mengabaikan gangguan lambung yang berlangsung lama dapat memicu komplikasi serius, seperti penyempitan kerongkongan pada GERD atau pendarahan dalam hingga kebocoran dinding lambung pada kasus tukak lambung.
Memahami perbedaan antara maag biasa, GERD, dan tukak lambung adalah Langkah awal yang sangat penting untuk mengambil tindakan yang tepat. Selalu jaga pola makan teratur, Kelola stress dengan baik, dan jauhi kebiasaan buruk demi menjaga Kesehatan saluran pencernaan.