Company News

Want to receive news?

Follow us on social media Facebook, Instagram @dbmedia.indonesia.

Subcribe
IMG

Stres Bikin Gula Darah Naik? Padahal Nggak Makan Manis Sama Sekali!

Juli 8, 2026

Banyak dari kita tidak menyadari bahwa tekanan pikiran atau beban emosional sehari-hari bisa berdampak sangat besar pada kesehatan fisik. Kondisi stres ternyata bukan cuma bikin pusing, cemas, atau asam lambung naik, tapi juga bisa meningkatkan risiko lonjakan gula darah secara mendadak. Ini adalah kondisi tersembunyi yang berbahaya bagi metabolisme dan bisa mengganggu kualitas aktivitas harian Anda jika terus dibiarkan.

  • Apa Itu Mekanisme Stres pada Gula Darah?

    Saat tubuh mengalami stres—entah karena tekanan pekerjaan yang menumpuk atau masalah keluarga yang berat—tubuh akan meresponsnya melalui mekanisme alami bernama fight or flight response. Dalam kondisi ini, otak mendeteksi ancaman dan memerintahkan pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin agar tubuh siap menghadapi situasi genting.

    Namun, hormon-hormon ini memiliki efek samping yang signifikan: mereka memaksa organ hati untuk melepaskan cadangan gula (glikogen) ke dalam aliran darah demi menyediakan energi tambahan bagi tubuh.

  • Bagaimana Stres Menyebabkan Gula Darah Tinggi?

    Di zaman modern, ketika stres melanda, kita tidak benar-benar melakukan aktivitas fisik untuk melawan ancaman tersebut, melainkan hanya duduk diam di belakang meja kerja. Akibatnya, limpahan gula yang sudah telanjur dilepaskan ke dalam darah menjadi mubazir dan tidak terpakai oleh otot. Ketika kondisi stres ini terjadi berulang kali atau terus-menerus (stres kronis), beban gula pada tubuh menjadi tidak seimbang dan memicu gangguan berantai, seperti:
    1. Lonjakan Gula Darah Konstan:
    Kadar gula darah tetap tinggi meskipun Anda sudah menjaga pola makan dengan ketat dan menghindari makanan manis.
    2. Gangguan Pola Tidur:
    Hormon stres yang tetap tinggi di malam hari menurunkan kualitas istirahat dan mengacaukan waktu regenerasi sel tubuh.
    3. Nafsu Makan Meningkat (Emotional Eating):
    Pelepasan kortisol memicu sinyal lapar di otak, menimbulkan keinginan makan berlebihan (craving), terutama makanan manis.
    4. Siklus Malas Bergerak:
    Kelelahan mental akibat beban pikiran menguras energi fisik, sehingga membuat tubuh terasa lemas dan enggan beraktivitas.

  • Siapa yang Mudah Terdampak Lonjakan Gula Darah akibat Stres?

    Kondisi gangguan metabolik ini jauh lebih rentan menyerang kelompok orang dengan kategori berikut: - Pekerja Kantoran:
    Mereka yang duduk terlalu lama di depan komputer dengan beban pekerjaan dan target yang berat.
    - Individu dengan Beban Pikiran:
    Orang yang sedang mengalami masalah keluarga, finansial, atau tekanan emosional jangka panjang.
    - Diabetes:
    Mereka yang tubuhnya memang sudah kesulitan mengatur atau merespons kadar gula darah secara mandiri.
    - Faktor Genetik:
    Orang yang memiliki riwayat silsilah keluarga dengan penyakit diabetes atau gangguan metabolik.

  • Cara Mencegah Lonjakan Gula Darah dengan Mengelola Stres

    Untuk mencegah agar stres tidak merusak sistem metabolisme tubuh dan memicu penyakit kronis, terapkan langkah efektif berikut:
    Latihan Relaksasi: Luangkan waktu untuk menenangkan diri dan pikiran melalui ibadah, meditasi, atau latihan bernapas dalam-dalam saat tekanan melanda.
    Olahraga Teratur: Lakukan aktivitas fisik atau olahraga ringan (seperti jalan kaki atau yoga) untuk membantu otot membakar kelebihan energi gula di dalam darah.
    Perbaiki Pola Tidur: Jaga waktu istirahat yang cukup dan berkualitas setiap malam agar produksi hormon kortisol dapat menurun secara alami.
    Berbagi Cerita: Kurangi beban mental dengan meluangkan waktu untuk mengobrol dan berbagi keluh kesah bersama orang terdekat yang Anda percayai.

  • Kesimpulan

    Kesehatan mental dan emosional bukan masalah sepele yang bisa diabaikan. Jika dibiarkan terus-menerus, stres kronis dapat memicu lonjakan gula darah yang berbahaya dan menurunkan kualitas hidup Anda secara perlahan. Mulai perhatikan kesehatan emosional Anda dari sekarang, karena pikiran yang tenang dan rileks adalah salah satu kunci utama untuk menjaga stabilitas gula darah di kemudian hari.

Sumber : www.globalhealthsciencegroup.com

Comments
Leave A Comment